Kode Etik Guru Indonesia Revisi, Keputusan Kongres PGRI XXI Tahun 2013


Kode Etik Guru Indonesia Revisi, Keputusan Kongres PGRI XXI Tahun 2013
Guru sebagai pendidik adalah jabatan profesi yang mulia. Oleh sebab itu, moralitas
guru harus senantiasa terjaga karena martabat dan kemuliaan sebagai unsur dasar moralitas guru itu terletak pada keunggulan perilaku, akal budi, dan pengabdiannya.
       
Guru merupakan pengemban tugas kemanusiaan dengan mengutamakan kebajikan
dan mencegah manusia dari kehinaan serta kemungkaran dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan membangun watak serta budaya, yang mengantarkan bangsa Indonesia pada kehidupan masyarakat yang maju, adil dan makmur, serta beradab berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Guru dituntut untuk menjalankan profesinya dengan ketulusan hati dan menggunakan keandalan kompetensi sebagai sumber daya dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional, yaitu berkembangnya potensi peserta didik menjadi manusia utuh yang beriman dan bertakwa serta menjadi warga negara yang baik, demokratis, dan bertanggung jawab.
      
Pelaksanaan tugas guru Indonesia terwujud dan menyatu dalam prinsip “ing ngarsa
sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani”.
Untuk itu, sebagai pedoman perilaku guru Indonesia dalam melaksanakan tugas
keprofesionalan perlu ditetapkan Kode Etik Guru Indonesia.

Pernyataan (Disclaimer) Penulis:
Untuk menjamin faktualitas isi, sebagian artikel mungkin saja mengutip dari sumber lain. Untuk itu, sumber akan dicantumkan di akhir artikel. Jika sumber tersebut keberatan, agar menyampaikannya di kolom komentar artikel tersebut.

Post a Comment

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget