Latest Post

PGRI dan Pemerintah Daerah Akan Terus Memajukan Pendidikan di Kabupaten Tabalong
PGRI Kabupaten Tabalong mengagendakan akan melakukan pelantikan dan pengukuhan seluruh pengurus cabang PGRI tingkat kecamatan di kabupaten Tabalong pada minggu pertama bulan Mei 2016. Hal ini disampaikan ketua PGRI Kabupaten Tabalong, Drs.Erwan, SH. M.AP, ketika menghadiri rapat Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SMP Kabupaten Tabalong (Selasa, 26 April 2016) di aula SMP Negeri 1 Tanjung, mendampingi bapak bupati yang juga berkenan hadir hadir (Baca: Kepala Sekolah Akan Mendapatkan Kendaraan Dinas dari Bupati).

Dalam kesempatan rapat K3S yang juga dihadiri Sekretaris Dinas Pendidikan (mewakili kepala Dinas Pendidikan yang berhalangan hadir karena ada kegiatan di Banjarmasin) itu, ketua PGRI menyampaikan pula perhatiannya yang besar kepada para pendidik bahwa sebagai organisasi profesi, PGRI akan terus mengawal dan mengayomi seluruh pendidik yang ada di Kabupaten Tabalong (Baca: Pemerintah Daerah Akan Fasilitasi Kepala Sekolah Lakukan Kunjungan Kerja ke Jawa).
“Oleh karena itu, PGRI kabupaten juga mengagendakan pada minggu pertama bulan Mei nanti akan melakukan pelantikan dan pengukuhan seluruh pengurus cabang PGRi yang sudah terpilih hasil muscab yang lalu,” katanya.
“Ke depan, kita juga akan memikirkan untuk mengupayakan PGRI kabupaten ini akan memliki sekretariat yang permanen. Bahkan impian kita, PGRI kita ini akan mempunyai sebuah gedung guru yang megah,” lanjutnya yang disambut tepuk tangan peserta rapat.

Dalam sambutannya itu, ketua PGRI juga menyampaikan sorotannya terhadap upaya pemerintah daerah dalam memajukan dunia pendidikan dengan terus memperhatikan faktor pendidik, anak didik, dan sarana prasarananya (Baca: PGRI dan Pemerintah Daerah Akan Terus Memajukan Pendidikan di Kabupaten Tabalong).

Di akhir sambutannya, Ketua PGRI juga mengharapkan doa restu dan dukungan semua pihak untuk terus memajukan PGRI di kabupaten Tabalong.

Foto: BBM by Tety

PGRI dan Pemerintah Daerah Akan Terus Memajukan Pendidikan di Kabupaten Tabalong
Berbahagialah para pendidik yang ada di kabupaten Tabalong, pemerintah daerah berupaya memajukan dunia pendidikan dengan terus memperhatikan faktor pendidik, anak didik, dan sarana prasarananya. Setidaknya itu yang bisa ditangkap, saat ketua PGRI kabupaten Tabalong, Drs.Erwan, SH. M.AP, menyampaikan sambutannya ketika menghadiri rapat Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SMP Kabupaten Tabalong (Selasa, 26 April 2016) di aula SMP Negeri 1 Tanjung, mendampingi bapak bupati yang juga berkenan hadir (Baca: Kepala Sekolah Akan Mendapatkan Kendaraan Dinas dari Bupati).
“Kita ingin SMP yang Bapak/Ibu pimpin itu bisa maju dan berkembang, dicintai oleh anak didik, para pendidik, disukai oleh masyarakat dan lingkungannya. Tentu faktor pendidik ini juga harus kita perhatikan. Dengan kerja sama dan koordinasi yang baik insyaallah para pendidik akan bisa maju,” ujarnya .

Mengenai perhatian terhadap tingkat kesejahteraan pendidik ini, melalui APBD Perubahan tahun 2015 lalu, pemerintah daerah juga telah menaikkan tunjangan daerah bagi kepala sekolah dari jenjang TK, SD, SMP, SMA/SMK.
“Diharapkan, pemerintah Kabupaten Tabalong ke depannya kami mohon, perhatian ini juga ditujukan bagi seluruh pendidik yang ada di kabupaten Tabalong,” ujarnya pula.

Selain itu, faktor sarana dan prasarana juga harus diperhatikan. Bapak yang juga kepala Bappeda ini menyatakan membuka pintu yang selebar-lebarnya bagi kepala sekolah jika ingin memperbaiki atau melengkapi sarana dan prasarana di sekolahnya.
“Mungkin ada SMP yang belum memiliki fasilitas listrik, ruang kelas kurang, ruang penunjang kurang, atap bocor, peralatan kurang, silakan usulkan melalui dinas pendidikan yang kemudian diteruskan ke Bappeda,” lanjutnya.
Pernyataan ini langsung disambut tepuk tangan yang meriah dari hadirin.

Pria yang pernah cukup lama memimpin Dinas Pendidikan Kabupaten Tabalong dan cukup signifikan memajukan dunia pendidikan di masa kepemimpinannya itu, menyoroti pula faktor anak didik.
“Kami merasa gembira karena dalam dua tahun terakhir ini, minat anak didik kita untuk mengikuti lomba-lomba di tingkat kecamatan dan kabupaten itu semakin meningkat. Hampir tidak ada lagi disparitas (kesenjangan) antara anak didik yang sekolah di perkotaan dengan anak didik yang sekolah di tingkat kecamatan,” ujarnya.
“ Ini terbukti, bahwa ternyata anak didik kita yang sekolah baik di wilayah utara maupun selatan, kemampuan akademiknya bisa bersaing bahkan di tingkat provinsi maupun tingkat nasional. Ini merupakan salah satu indikator bahwa kualitas pendidikan di kabupaten Tabalong sudah merata,” lanjutnya.
“Dulu biasanya didominasi oleh sekolah-sekolah di perkotaan. Sekarang, sekolah yang di wilayah kecamatan, yang agak jauh dari pusat kota, ternyata anak didiknya juga bisa tampil. Ini tidak terlepas dari hasil pembinaan, bimbngan, dan arahan oleh guru mata pelajaran, guru pembina, dan termasuk oleh kepala sekolah. Maka jika ada satu prestasi, tentu ada keterkaitan satu sama lain.”

Dalam kesempatan rapat K3S yang juga dihadiri Sekretaris Dinas Pendidikan (mewakili kepala Dinas Pendidikan yang berhalangan hadir karena ada kegiatan di Banjarmasin) itu, ketua PGRI menyampaikan pula perhatiannya yang besar kepada para pendidik bahwa sebagai organisasi profesi, PGRI akan terus mengawal dan mengayomi seluruh pendidik yang ada di Kabupaten Tabalong (Baca: Pemerintah Daerah Akan Fasilitasi Kepala Sekolah Lakukan Kunjungan Kerja ke Jawa).
“Oleh karena itu, PGRI kabupaten juga mengagendakan pada minggu pertama bulan Mei nanti akan melakukan pelantikan dan pengukuhan seluruh pengurus cabang PGRi yang sudah terpilih hasil muscab yang lalu,” katanya (Baca: Awal Mei 2016, Seluruh Pengurus Cabang PGRI Kabupaten Tabalong Akan Dilantik dan Dikukuhkan).
“Ke depan, kita juga akan memikirkan untuk mengupayakan PGRI kabupaten ini akan memliki sekretariat yang permanen. Bahkan impian kita, PGRI kita ini akan mempunyai sebuah gedung guru yang megah,” lanjutnya yang disambut tepuk tangan peserta rapat.

Di akhir sambutannya, Ketua PGRI juga mengharapkan doa restu dan dukungan semua pihak untuk terus memajukan PGRI di kabupaten Tabalong.

Foto: BBM by Tety

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berkomitmen untuk terus mengembanga program sertifikasi guru secara merata. Program sertifikasi guru ada dua jenis yakni sertifikasi guru PNS dan sertifikasi guru Non PNS.
Mulai tahun 2016 ini pola sertifikasi guru diganti dengan Pendidikan Profesi Guru (PPG). Pola sertifikasi guru yang sebelumnya banyak digunakan adalah melalui Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG). Rencana kesempatan guru untuk mengikuti sertifikasi melalui pola PLPG akan berakhir pada tahun 2015.

Penetapan PPG sebagai syarat wajib yang harus dipenuhi guru untuk menjadi pendidik profesional akan segera diberlakukan dengan tegas. Ini merupakan salah upaya yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan terutama para pendidiknya atau guru.
PPG adalah semacam module pendidikan pra jabatan sebagai sertifikasi profesi jabatan. Program ini dilaksanakan oleh Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK). Mulai tahun 2016 ini, guru akan dinilai sesuai dengan profesi jabatan yang mereka emban berdasar profesinya sebagai tenaga pendidik profesional.

Para guru akan mengikuti PPG selama 1 tahun dengan sistem IN-ON-IN-ON-IN. Setelah itu mendapat gelar “Gr” dan sertifikat pendidik serta pantas menyandang standing guru profesional. Hal ini sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Dalam peraturan tersebut tenaga pendidik akan dinilai sesuai dengan profesi jabatan mereka.

Untuk pemberkasan, kawan-kawan guru dapat berkoordinasi dengan operator dinas pendidikan setempat yang mengurusi masalah sertifikasi guru ini.
Sumber: disdikpora.rokanhulukab.go.id

Kabar gembira untuk kawan-kawan guru honorer. Guru honorer kategori dua (K2) berhak mengikuti sertifikasi untuk mendapatkan perbaikan kesejahteraan. Seperti diberitakan JPNN.COM, selama ini, banyak guru honorer K2 yang tidak dibolehkan mengikuti sertifikasi.
"Saya ketemu guru honorer Kementerian Agama. Sudah mengabdi lama, tapi tidak diizinkan ikut sertifikasi, dengan alasan bukan guru PNS. Itu salah!," tegas Ketua PB PGRI Didi Suprijadi, Sabtu (19/3).

Dia menyebutkan dalam UU Guru dan Dosen, setiap guru baik honorer maupun PNS b‎erhak ikut sertifikasi. Selain untuk meningkatkan kompetensi, juga perbaikan tingkat kesejahteraan.
"Kalau untuk guru PNS sesudah sertifikasi, yang bersangkutan berhak mendapatkan tunjangan sertifikasi sebesar gaji sebulannya. Sedangkan guru honorer disesuaikan besarannya," terangnya.

Dia mengungkapkan, seharusnya seorang guru yang mengabdi dua tahun diberi SK, kemudian ikut sertifikasi. Sertifikasi menjadi tanggung jawab pemerintah.
"Jadi tidak seperti sekarang, sertifikasi dipilih-pilih. Harus disamaratakan agar guru honorer dan PNS mendapatkan hak yang sama," tandasnya.

Regulasinya memang kuat, UU Guru dan Dosen. Namun, walau penerapannya secara penuh harus menunggu bertahun-tahun sejak diundangkan, hal ini tentu merupakan sebuah angin segar. Bravo.....

Sumber: jpnn.com

Harian Pikiran Rakyat melansir berita tentang penyiapan regulasi untuk guru yang belum tersertifikasi. Regulasi terkait guru yang belum memenuhi sertifikasi itu akan segera dikeluarkan pada awal Maret ini. Ditulis pula, regulasi tersebut masih dalam proses finalisasi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).

Penyiapan regulasi bagi guru yang belum disertifikasi hingga 2016 ini juga merupakan salah satu permasalahan yang mengemuka dalam Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2016 di Sawangan, Depok pada bulan Februari lalu. Dalam sidang komisi RNPK 2016 terkait tata kelola Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) regulasi tersebut didorong untuk segera dituntaskan.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan menuturkan, saat itu pihaknya tengah merampungkan draft atau rancangan awal peraturannya. "Direktorat Jenderal saat ini masih me-review beberapa pasal lagi. Karena kita harus mengkaji lebih mendalam seperti apa konsekuensi-konsekuensi ke depannya," ujar Anies, seperti dilansir Pikiran Rakyat, Kamis (25/2/2016).

Anies menjelaskan, regulasi tersebut perlu disusun untuk memberikan solusi pada guru-guru yang belum tersertifikasi. Sementara di sisi lain juga terdapat sekolah yang masih membutuhkan guru.
Sebagaimana diketahui, berdasarkan undang-undang nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen mengharuskan guru berkualifikasi S-1/D-4 maksimal hingga 2015, atau 10 tahun sejak ditetapkan pada 2005 silam. Meskipun ditargetkan tuntas di akhir 2015, ternyata hingga saat ini masih banyak guru yang belum tersertifikasi.

Update:
Silakan klik foto di bawah ini untuk membaca regulasi (ketentuan) sertifikasi guru tahun 2016.

Sumber (rujukan): pikiran-rakyat.com
Foto: liputan6.com

Aplikasi PGRI Tabalong Mobile Version Untuk Android
PGRI Tabalong on Mobile

Mengakses informasi pendidikan dapat ditingkatkan caranya. Dalam beberapa dekade terakhir, kepemilikan perangkat bergerak (mobile devices) semakin meningkat. Hal ini disebabkan semakin terjangkaunya harga perangkat-perangkat ini oleh masyarakat.

Semakin banyaknya masyarakat yang memiliki dan menggunakan perangkat mobile membuka peluang penggunaan perangkat teknologi bergerak dalam duniapendidikan. Penggunaan perangkat bergerak (mobile device) yang berbasis android.

Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Tabalong mencoba masuk pada ranah mobile device, agar penggunan nyaman dalam mengkases segala informasi yang berkaitan dengan kebijakan dan kegiatan PGRI Tabalong melalui hand phone yang sudah berbasis android dan tentu dalam kondisi online atau terkoneksi internet.

Kemudahan mengakses web blog PGRI Tabalong bagi rekan-rekan guru menjadi prioritas, sehingga jika ingin jauh lebih mudah dalam mengakses Informasi PGRI Tabalong hanya dalam genggaman
silahkan unduh pada link yang kami sematkan dibawah ini.
DOWNLOAD PGRI TABALONG MOBILE VERSION

PGRI Tata Ulang Dan Rapikan Data Keanggotaan
Sekretaris PGRI Tabalong Herwandi, S.Pd. M.AP
Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia Kabupaten Tabalong (PGRI) mulai melakukan implementasi program PGRI masa bakti XXI Tahun 2015-2019. Di antara program yang diumumkan adalah perbaikan serta penyempurnaan semua lini organisasi sekaligus penataan ulang database keanggotaan PGRI.

Ketua PGRI Tabalong, Drs. H.Erwan, SH.M.AP mengatakan, pendataan ulang kenggotaan PGRI merupakan kegiatan penting dalam sebuah organisasi.
"Kita sudah buat visi dan misi walau sederhana namun sangat mungkin kita capai. Pendataan ulang keanggotaan itu dilakukan setiap PC terus direkap, sehingga bisa didapat data anggota PGRI yang akurat," kata dia saat memimpin rakor PGRI, Aula Djahri Darman7/3.

Dihadapan seluruh pengurus cabang PGRI Kabupaten Tabalong, ia juga mengingatkan agar penyempurnaan semua lini organisasi terutama pada tingkat ranting.
"Jika kita menginginkan organisasi yang baik, dalam tata aturan yang ada agar ideal tentu semua lini kita harus bangkitkan dan gerakkan" tegas nya.

Sampai saat ini proses penataan ulang keanggotaan PGRI mulai berlangsung. yang dikoordinir Pengurus Cabang tiap Kecamatan, melalui formulir yang telah dibagikan.

Jika program penataan keanggotaan PGRI ini sudah rampung, Sekretaris PGRI Tabalong Herwandi, S.Pd. M.AP mengklaim banyak kegunaannya. Selain urusan Identifikasi upadating data Anggota PGRI agar menghasilkan jumlah data yang tepat dan akurat, juga dipakai untukberbagai acuan berbagai kebijakan.
"Formulir pendataan ulang anggota PGRI sudah kami sebarkan pada tiap pengurus cabang, semoga bisa berjalan dengan baik dan data yang kita harapkan terkumpul tepat waktu dan saat ini formulir tersebut untuk CPNS dan PNS saja" pungkas nya.

Kadisdik Tabalong; Jaminan Kesehatan Sangat Bagus, Mari Kita Kaji Standar Gaji Honorer Sesuai UMRP
Kadisdik Tabalong, tengah, Rakor Pengurus PGRI Tabalong

Jaminan kesehatan guru honorer yang diupayakan PGRI Tabalong bahkan akan diusulkan untuk alokasi anggaran Daerah (baca PGRI Tabalong upayakan Jaminan Kesehatan Guru Honorer) mendapat respon positif dari Dinas Pendidikan Kabupaten Tabalong.

"Selain jaminan kesehatan,kami juga akan mengharapkan kesejahteraan bagi guru honorer," ujar Drs. H. Marzuki Hakim, M.Si, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tabalong, saat menjadi pembicara dalam rapat koordinasi pengurus persatuan guru republik Indonesia, Aula Djahri Darman, Senin (7/3).

Kadisdik Kabupaten Tabalong juga mengatakan, untuk kesejahteraan materi, saat ini upah minimum guru honorer kita masih dibawah UMRP (upah minimum regional propinsi). "pada jaminan kesehatan akan terasa ideal jika upah minimum guru honorer kita standar pada UMRP. Apakah nanti ikut askes/bpjs,jaminan kesehatan sangat perlu," katanya.
Kadisdik Tabalong; Jaminan Kesehatan Sangat Bagus, Mari Kita Kaji Standar Gaji Honorer Sesuai UMRP
Saat ini, sambung Marzuki Hakim, pada jaminan kesehatan usul atau upaya PGRI kita sangat bagus. "jika mungkin bisa standar gaji mereka pada UMRP, tentu jaminan kehatan bagi mereka lebih baik lagi karena bukan hanya yang bersangkutan juga mungkin keluarga nya, kalau PNS kan sudah ada ketentuannya," Tandas nya.

PGRI Tabalong, Upayakan Jaminan Kesehatan Bagi Guru Honorer
Drs. H.Erwan.SH.M.AP. Kanan saat memimpin Rakor PGRI
Peningkatan jaminan kesehatan bagi para guru honorer menjadi perhatian serius PGRI Tabalong. Rencananya, PGRI Tabalong mengupayakan juga akan memberikan fasilitas jaminan kesehatan bagi para guru Honorer( bantu, kontrak, bahkan guru honorer sekolah)

"Fasilitas jaminan kesehatan bagi guru honorer sangat penting, kita punya contoh pada implementasi yang telah diterapkan untuk jaminan kesehatan bagi guru honorer, hal ini bukan tidak mungkin kita terapkan pada Daerah kita," ujar Drs. H. Erwan, SH.M.AP, Ketua PGRI Kabupaten Tabalong, saat memimpin rapat koordinasi pengurus persatuan guru republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Tabalong yang berlangsung di Aula Djahri Darman Disdik Tabalong, Senin (7/3).

Pria yang juga menjabat Kepala Bappeda Kabupaten Tabalong ini juga mengatakan, guru honorer ini juga menjadi perhatian PGRI terutama pada jaminan kesehatan pada mereka banyak kasus yang harus menjadikan perhatian bagi kita semua bahwa jaminan kesehatan bagi mereka (red-guru honorer) sangat penting.

 "Jaminan kesehatan untuk guru honorer sudah kita kaji, bahkan akan kita usulkan kepada Pemerintah Kabupaten Tabalong. Apakah nanti ikut BPJS, atau program lainnya, kita coba usulkan untuk penganggaran alokasi dana pada Daerah" katanya.
Dia menambahkan, guru honorer memiliki peranan yang cukup penting, mereka ini ikhlas mengabdi sangat penting utamakan jaminan kesehatan bagi mereka. "Jaminan kesehatan diberikan pada yang bersangkutan bahkan mungkin keluarga nya. kebijakan ini dan upayakan agar masuk alokasi anggaran Daerah," tandasnya.

Pidato Ketua PGRI Tabalong tentang upaya jaminan kesehatan guru honorer, semoga bisa terwujud, Hidup Guru !!! Hidup PGRI !!! Solidaritas, Yesss

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget